Priyo Topan

Kurang lebih sudah 1200 tahun kita memiliki Borobudur, namun toh sedikit dari kita yang bisa memaknai keberadaan Borobudur secara utuh, baik apresiasi kita terhadap fisik ataupun essence Borobudur itu sendiri. Kita boleh beda agama, tapi jangan sampai nilai kita sbg bangsa indonesia saling berbenturan karena Borobudur sendiri tidak sepenuhnya milik umat Buddhist tapi Borobudur melambangkan upaya dan perjalanan setiap manusia, baik tukang becak sampai presiden, mencapai pencerahan, Tak ada yang melarang mencintai Borobudur karena Borobudur milik kita semua. Kita semua adalah stakeholder Borobudur, tidak hanya Unesco, atau PT Taman Wisata atau Menbudpar...Cintailah Borobudur, karena dari Borobudur kita bisa kembali merajut tali penghubung kita dengan generasi sebelum kita.