|
|
Blog ini dimaksudkan sebagai media pembelajaran sastra Indonesia. Isi blog ini seputar cerpen, puisi, drama, esai sastra, hikayat, dongeng, sinopsis novel, dan segala hal yang berkaitan dengan pembelajaran sastra Indonesia |
2 user reviews
![]() User rating is calculated as an average of the user ratings.
If this rating differs significantly from our editor's rating our editors may re-evaluate this blog. Related BlogsBrechó do Cariocaamora restaurante, como, isso, para, sarau, tempo MalKaviaN's psychedelic breakfast Blog do Mércio: ÃÂndios, Antropologia, Cultura funai, hoje, para, pelo, sobre, voto The Sexy Life aventura, Blogspot, juegos, lectura, literatura, puebla, radio, sex, sexy, uvm O Caminho para o Augurium anos, hoje, mais, para, parabns, vida |
Anggukan Sapi Betinanya Ahmadun YHNov 30, 2009
Anggukan Sapi BetinaCerpen Ahmadun Yossi HerfandaMULANYA hanyalah seekor sapi betina. Tetapi, lenguhnya yang aneh dan hanya terdengar tiap malam Jumat, membuat orang-orang desa menganggapnya bukan lagi seekor sapi biasa. Anggukan dan goyangan...
Sarang Angin Sapardi Djoko DamonoNov 30, 2009
Sarang AnginCerpen Sapardi Djoko DamonoBalam yang hinggap di sela-sela juntaian daun kelapa itu berpikir, Masuk akal juga keheranan tekukur itu. Ada-ada saja, angin kok mencari sarangnya. la kemudian terbang ke rumputan di kuburan tua dekat kebun...
Cinta Dalam Sepotong KangkungNov 27, 2009
Cinta Dalam Sepotong KangkungCerpen Amril Taufiq GobelMalam tanpa bintang. Jangkrik berderik-derik, saling bercengkerama. Angin mati dan pepohonan tegak kaku. Saya menatap dalam-dalam tumis kangkung yang tak habis saya lahap. Potongan-potongan kangkung...
Guru Putu WijayaNov 25, 2009
GuruCerpen Putu WijayaAnak saya bercita-cita menjadi guru. Tentu saja saya dan istri saya jadi shok. Kami berdua tahu, macam apa masa depan seorang guru. Karena itu, sebelum terlalu jauh, kami cepat-cepat ngajak dia ngomong."Kami dengar selentingan,...
Rumah-rumah Sapardi Djoko DamonoNov 24, 2009
Rumah-rumahCerpen Sapardi Djoko Damono (Nomor 11)Seandainya boleh memilih, saya tidak mau menjadi rumah. Orang boleh memilih rumah, tetapi rumah tak berhak memilih penghuninya. Saya berusaha sebaik-baiknya untuk selalu menyayangi...
|
||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||








